Hening

Hening
" .......... "

Selasa, 24 Mei 2011

" AJARAN PUJONINGRAT "







" Sariro anggem-anggem......wusono tyas semunar hawengku.......riris roso janti.....bungahing wuwus....... Hyang Jagad harerem.......wuyung welas asihipun Pengeran Jati.....duh Pengeran atur bekti kawulo...................".

( " Rasa di dalam hatiku yang mengelora......cahaya didalam rasa sejati yang selalu membimbing dan menuntun setiap langkah.........terasa syahdu.....kebahagiaan sejati yang tidak nampak... tapi terasa di seluruh tubuh dan disetiap sendi kehidupan......, Sang Penguasa Hidup melantunkan Sabda-Sabdanya didalam Rasa Sejati....., dan selalu merindu dengan kasih-sayangnya Gusti Sang Akaryo Jagad  / Tuhan......duh Gusti / Tuhan........terimalah sembah sujudku dan baktiku kepadaMu....." ).

    "  Wasono penggalih......dian ingkang surupipun alit........wonten jroning manah ketingal tejo werni-werni.........kathah werninipun...., wonten abang, ijem, ungu, pethak, jambon, kuning........, nanging werni ingkang kathah puniko dangu-dangu lebur dening werni ingkang jati.......inggih werni ingkang asmo, " Kusumo "......., inggih asmanipun dzat........................................".

    ( "  Rasa..................seperti cahaya dari dian atau teplok..atau lilin...yang kecil sinarnya....., didalam hati yang sudah terbuka....terlihat pelangi berbagai macam warna....., banyak warnanya...., ada merah.., hijau..., ungu..., putih...., jambon...., kuning...., tapi warna yang banyak tersebut lama kelamaan melebur dan menyatu menjadi WARNA YANG SEJATI.....yaitu namanya, " KUSUMO "......, ya........namanya Dzat................................" ).



    " Makna kitab hati berkumandang dalam alunan, " Sabdo Hapsari / Sabda Indah......., monggo kito udari lumuting lan sukering ati...lan nggayuh cahyoning urip....". ( mari kita lepaskan semua kotoran hati dan meraih cahaya hidup sejati....)

   "  Madhep jroning budimu lan sungkem jroning heningmu....lan luwarono bibit-bibit wiji angkoro......". ( menghadap di dalam budimu...dan sujud didalam meditasimu.....dan singkirkanlah bibit-bibit angkara murka dari dalam nafsumu....)

    " Karono ngukir sifat budi hiyo sarono bekti marang panguwoso budimu....., budi kui dudu budi budinen...., dudu budi ono ing angan-angan...nanging budi kui yoiku busono ingkang nyawiji jroning dzat.......". ( Karena menciptakan sifat yang berbudi...ya sarana berbakti dengan tulus dengan penguasa budimu...., budi itu bukan budi budinen atau budi yang terlahir di mulut saja...., juga bukan budi yang di angan-angan saja, tetapi budi itu yaitu busana yang sudah menyatu dengan dzat...." ).

     Artinya bahwa bukan baju dalam artian baju pelindung tubuh....., tetapi, " Sukmo Sejati...atau roh sejati...", yang menyatu dengan dzat...., menyatu dengan " Penguasa Hidup ". Bahwa tidak ada yang mustahil...dan tidak sulit untuk meraih penyatuan busana dengan dzat....., karena pada hakekatnya manusia yang terlahir kedunia ini harus masuk kedalam tahapan, " Manunggaling / bersatunya sukmo sejati atau roh sejati dengan Dzat Penguasa Hidup.......".

     Tidak akan sulit dilakukan, jika seseorang mempunyai tekad yang bulat dan kemauan yang besar untuk menjadi, " Pribadi yang Sejati sebagai seorang manusia..", yaitu pribadi yang senang untuk menggempur dan melawan hawa nafsunya sendiri....berjuang untuk mengalahkan dirinya sendiri...., berjuang untuk mengendalikan angkara murka dalam dirinya sendiri..., berjuang untuk meraih drajat yang tinggi sebagai, " Manusia yang Berbudi pekerti.......".


    “ Sumrambah jroning pambudi hapsari......wasono harsi...gumebyar.....byarr....padang sumilak......, lare enem ingkang asmo Raden Haryo Panji....sampun hanggadahi titis ingkang sejati...inggih titis Narendro Agung.....Gung ing manah.....sampun kebak segoro sabdo bethoro Wisnu...., Gung ing Roso.....gumelar pitutur Agung......., jroning reh Satrio Sejati...kebak sifat Priyayi Agung pepunden Mataram lan Mojopahit.........., laksono bowo gianti harsi.........mlebet titi Laksmi Puro Mojopahit.............., dados pengayom lan maringi pepadang jagad sak keliripun.........”.

    "  Hung roheng jayeng.....hung suji wahe har setyo jiar Rake......, pararaton dungkap Sang Kertonegoro..wang-wang juhu tilar jagad...., dur sami awuwung paring mustikoning bumi Dewo-Dewi...hiya bumi Paitmojo...hiya bumi....Mojolengko....hiya bumi Negoro  Kartodaha.....hiya bumi Singosarhi......hiya bumi Karto Pucangdurmo.....hiya bumi Selomarto....hiya bumi Wonokerto...hiya bumi Jenggaleh....hiya bumi Ningruh....hiya bumi Tirtoarum.....hiya  bumi Awung sinuwung Balewatu....Jung jinunjung......Harsi   joyo Wisnu................................ ".

     Sumrambah dan terlahir dalam wujud sebagai manusia sejati adalah terlahir sebagai titis / perwujudan  dari wujud yang terdahulu atau wujud lama....tetapi sama dalam isi..., tidak sama terhadap situasi dan kondisi yang dialami karena perbedaan jaman dan keadaan.....

    " Pamor sumurup hawengku.....yoiku wujud Sang Hyang Wenang...ingkang dados panguwoso Jagad badan wadag...., rumaos lan kraos...sejatine wujud saking Sang Hyang Waseso....ingkang dumunung wonten jroning Roso jati...., Penggalih bungah..wujud saking Sang Hyang Ariloka...ingkang dumunung wonten jroning puser....., Pribadi ingkang jenjem lan sumeleh..wujud saking Sang Hyang Wasis...ingkang dumunung wonten jroning jantung.....

      Karso ingkang nyawiji lan teteg...wujud saking Sang Hyang Darma......., Roso ingkang kagungan welas lan asih...wujud saking Sang Hyang Suwito....., dedeg piadeg lan rebowo jalmi wujud saking Sang Hyang Jung Antoko...., wujud saking sirr...lan obahing roso wujud saking Sang Hyang Budo...Sang Hyang Wikromo...., Jagad ageng lan sak isinipun wujud Sang Hyang Sri Wisnu.....hiyo Hyang Kresno..., wujud wakil Gusti Ingkang Akaryo Jagad Panguwoso sedoyo hurip lan kahuripan alam sak isinipun...., Pengeran jati...Gusti ingkang Murbeng Dumadi..............".


" Yang memangku bersinarnya semua bentuk di dalam suatu wujud yaitu Sang Hyang Wenang....yang menjadi penguasa badan ragawi setiap wujud makhluk..., merasa dan terasa sejatinya adalah wujud dari Sang Hyang Waseso....yang berdiam dan bertempat tinggal didalam rasa sejati manusia..., perasaan bahagia...adalah wujud dari Sang Hyang Ariloka yang berdiam dan bertempat tinggal di dalam puser manusia...., pribadi yang tenang dan bersyukur adalah wujud dari Sang Hyang Wasis yang berdiam di dalam jantung..., Kehendak yang menyatu dan kuat adalah wujud dari Sang Hyang Darma..., Rasa yang mempunyai kasih sayang adalah wujud dari Sang Hyang Suwito..., bentuk tubuh dan wibawa manusia adalah wujud dari Sang Hyang Jung Antoko......yang berdiam di dalam kulit dan tulang manusia..., wujud dari sirr dan geraknya rasa adalah wujud dari Sang Hyang Budo atau Sang Hyang Wikromo...( bukan Sang Buda menurut versi buda, tetapi Budo dalam artian Sang Hyang Budo dalam Jawa...)..., Alam Semesta dan seluruh isinya adalah wujud dari Sang Hyang Sri Wisnu....ya....Hyang Kresno..., adalah wujud wakil Tuhan pencipta Alam Semesta..semua hidup dan kehidupan alam dan seluruh isinya..., Tuhan Pencipta dan Penguasa Alam Semesta......."

     Kesatuan dari bersatunya unsur-unsur hidup didalam jiwa dan raga manusia jika seorang manusia sudah bisa untuk mengetahui tentang hakekat dari," JATI DIRI ", sebagai manusia..., maka akan terwujudlah proses MENYATUNYA unsur , " Sang Hyang sebagai pemberi unsur penjaga dan pemberi hidup di dalam kehidupan manusia..".

     Oleh karena itu maka timbulah sifat-sifat MANUSIA YANG SEJATI...yaitu sifat-sifat yang banyak mempunyai sifat-sifat keTuhanan....., sifat-sifat yang selalu dilingkupi oleh UNSUR  HIDUP...yang artinya bahwa HIDUP itu adalah berdiri..., menghidupi..., melindungi..., membimbing..., menyayangi dan mengasihi... keseimbangan terhadap semua unsur hidup......, menuntun dan menolong....., merasa dan terasa terhadap semua unsur hidup...., menghayati dan menerima semua unsur hidup.......

     Bersatu dan menyatu dengan Kehendak.....yang Menyatu.....

     Semoga bermanfaat........hayyu.....rahayu..................

     
    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar